Pada hari Senin, 02 Maret 2026 M Bertepatan dengan 12 Ramadhan 1447H, KUA Citamiang melanjutkan program The Most KUA Move For Sakinah Mashlahat. Kali ini bertempat di Pondok Pesantren al-Ghazaliyyah.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala KUA, para Penguhulu beserta Penyuluh, Pimpinan Pondok juga para santri dan santriwati pesantren yang berusia 19 tahun keatas (Usia Menikah).
Kegiatan ini disambut hangat oleh pimpinan pondok dan juga para santrinya. Dibuktikan dengan sangat antusiasnya mereka dalam mengikuti kegiatan, mendengarkan materi dari awal sampai akhir.
Acara dipandu oleh MC yaitu Cindy Parinduani, S.Ag selaku penyuluh.
Dalam sambutannya Kepala KUA, Agus Dadan Faturohman, S.Ag mengenalkan program KUA, mengenalkan personil KUA dan memberi nasihat agar para santri dan santriwati semangat dalam menuntut ilmu khususnya ilmu agama.
“kalian adalah penerus bangsa, masa depan agama dan negara ada di tangan kalian. Jalani hidup dengan benar, patuhi aturan pondok dan aturan agama. Hiduplah sesuai syari’at. Kalian harus punya prinsip salah satunya tahu Batasan laki-laki dan perempuan” ungkapnya.
Sambutan hangat diberikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren yang diwakili oleh Wahyu Ubaidillah, S.Pd.I
“Terimakasih telah menjadikan pondok kami sebagai tempat pelaksanaan salah satu kegiatan KUA, semoga dengan ini para santri dan santriwati disini mendapat pengalaman, pembelajaran dan ilmu baru mengenai kehidupan dan per KUAan” Ujarnya.
Kemuadian dilanjutkan kepada acara inti yaitu penyampaian materi yang disampaikan oleh Penyuluh KUA yaitu Dedi Junaedi, SH.I.
“Menikah itu perlu bekal yang sangat matang. Untuk mencapai itu semua diperlukan persiapan dimulai dari kita masih muda, sekarang contohnya. Saya beri contoh sederhana, Ketika anak-anak zaman sekarang sering sekali curhat di media sosial, semua dijadikan status tanpa memikirkan akibat dari publikasi status yang kita buat. Bagaimana kalau orang yang berniat tidak baik malah menyalakan api dan memanfaatkan situasi yang sedang kita alami. Masalah yang seharusnya bisa selesai dengan cara sederhana malah menjadi besar dikarenakan kita salah tempat dalam menceritakan masalah”. Katanya.
Kegiatan berjalan lancar, ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Drs. Dedi Rizaludin yang merupakan Penyuluh.
Sebelum acara diakhiri, dilakukan foto Bersama sebagai dokumentasi dan pengabadian kegitan khususnya di bulan Ramadhan ini.
Semoga acara ini dapat memberi dampak baik khususnya dalam pencegahan pernikahan dini.